Tags

Di penghujung waktu panén yang dilaksanakan sejak akhir minggu lalu, Mang Amay langsung menyiapkan pangbinihan paré lagi. Rencananya kali ini akan ada tambahan 4 petak sawah yang baru di bagian lahan yang sebelumnya garung. Dia sudah menyiapkan petaknya sejak beberapa bulan yang lalu. “Binihna kedah geura disiapkeun ameh tiasa ngudag usum panén gedé.”

Menurutnya beberapa bulan ke depan kondisi cuaca akan sangat baik untuk pertumbuhan padi. Kalau segala sesuatunya sesuai dengan perhitungan, panen mendatang akan tiba setelah lebaran. Sekarang sedang ada perubahan musim. Beberapa bulan ke depan cuaca akan menghangat. Di saat panén mungkin sudah musim kering. “Lamun nuturkeun etangan kolotmah pialuseun hasilna.

Mang Amay termasuk petani yang masih menggunakan perhitungan musim tanam tradisional. Sejauh yang saya perhatikan, hasilnya cukup baik di setiap masa panén. Selain pola tanam tradisional, sejak tahun lalu Mang Amay secara bertahap mulai belajar untuk mengembangkan sistem pertanian organik. Meski saat ini belum 100% organik, tampaknya Mang Amay mulai merasakan manfaatnya. “Baheula gé kabéh organik.” Gitu katanya.

Secara simultan, kita juga mencoba memperbaiki tata kelola lahan yang ada. Dimulai dari proses penghijauan di wilayah hulu cai (sumber air), membuat bak penampungan yang ditanami ikan nila, memperbaiki saluran irigasi, belajar membuat pupuk organik, dsb. Kemarin dia cerita beberapa petani di blok ini mengalami gagal panen. “Nu palihan sanésmah seeur nu hapa paréna. Alhamdulillah nu di palih dieumah rada saé.

Saat diskusi dengan Mang Amay kemarin, ia terlihat sangat bergairah untuk memulai masa tanam padi yang baru. Pancaran matanya bercahaya. Tubuhnya tampak bersemangat menyiapkan petakan lahan untuk pembenihan padi. Semoga energi alam ikut membantunya. Mugia dilancarkeun, dihampangkeun, digampangkeun. Lulus mulus, berkah salamet, hadé hasil & jadi manfaat kanggo balaréa…

Imam Bonjol, 25 Maret 2017

Advertisements