Tags

,

07012016

Pada hari Kamis tanggal 7 Januari 2016 saya berangkat ke Sukabumi bareng Reina & Lioni. Kami bertiga pergi ke sana untuk menengok perkembangan usaha perkebunan kecil-kecilan yg dirintis bersama petani di daerah Bobojong, Baros. Setelah mempelajari pola & siklus pertanian tradisional sejak tahun 2013, pada akhir tahun lalu saya memutuskan untuk mulai menanam bibit jagung manis & jahe merah di kebun ini.

Sebelum menanam, lahan yg akan kami tanami disiapkan selama kurang lebih 1 tahun. Prosesnya dimulai dari ngababad & ngahuru lahan yg sudah garung selama beberapa waktu. Selanjutnya lahan digarpu agar gembur, untuk kemudian digarit & diberak (diberi pupuk kandang). Prosesnya dilakukan di sepanjang musim kering dengan bantuan beberapa petani setempat yang telah bekerja di daerah ini secara turun temurun.

Memasuki musim penghujan yg mulai datang pada akhir November, kami mulai mempersiapkan kegiatan penanaman. Benih jahe merah disiapkan terlebih dahulu agar bisa tumbuh dengan baik. Pada tanggal 29 November 2015 kami menggelar selamatan kecil di kebun sambil nyirian lahan yg akan ditanami. Pada hari-hari berikutnya kegiatan penanaman dimulai. Bibit jahe merah & jagung manis ditanam di lahan yg sudah digarit & diberi pupuk kandang secara bertahap.

Waktu penanaman bibit kami sesuaikan dengan jadwal penanaman yg ditentukan oleh sesepuh di lembur. Menurut keterangan Ibu Nining yg memimpin prosesnya, waktu penanaman bibit tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Selain itu prosesnya juga harus dilakukan dengan benar agar bisa mendapat hasil yg maksimal. Setelah ditanam, bibit juga harus dirawat & diberi pupuk secara berkala. Semua harus dilakukan seiring dengan irama alam.

Kini setelah lebih dari 30 hari, bibit yg ditanam sudah mulai tumbuh. Jagung manis tingginya sudah hampir sepinggang. Sementara jahe merah sudah mulai tumbuh semata kaki. Daunnya berwarna hijau segar. Saya gembira sekali melihat benih-benih ini bertumbuhan. Mang Akoh & Ibu Nining juga terlihat sangat senang. Mereka juga sepertinya merasa bangga dengan pekerjaannya. Benih tanaman ini dianggap seperti anak sendiri yg mereka rawat dengan teliti. Hampir setiap hari kebun yg sudah ditanami dikored agar tanaman utama bisa tumbuh sehat.

Perkiraan Ibu Nining kami akan panen jagung manis pada akhir bulan Februari. Sementara itu jahe merah baru bisa dipanen sekira 6 atau 7 bulan lagi. Beberapa waktu ke depan kami berencana untuk menanam pohon pisang & pohon keras sebagai pelindung. Selain itu kami juga punya rencana menanam macam-macam pohon untuk menambah variasi vegetasi di kebun agar ekosistemnya bisa lebih beragam. Kami ingin kebun ini jadi tempat untuk belajar keanekaragaman hayati. Mudah-mudahan bisa membawa manfaat untuk orang banyak.

Pun sapun,
Ka luhur,
Ka Sang Rumuhun,
Ka handap,
Ka Sang Batara,
Ka para Dewa-Dewi,
Ka Siluman,
Ka Sileman,
Ka Dewa Kalakay salambar,
Anu nyicingan ieu Bumi.
Ema Bapa,
Abdi neda widi,
Titip Nyi Sri,
Ulah aya nu ngaganggu,
Ngagunasika,
Berkah du’a salametna,
Kalawan rahayu sadayana.

Advertisements