Tags

, ,

paket_dhl

Dongengna kieu. Jadi saya diminta membantu Kang Yoyo Yogasmana yang diundang untuk terlibat dalam program residensi The Age Of Wonderland di ajang Dutch Design Week 2015. Kegiatan ini digelar di kota Eindhoven pada 17 – 25 Oktober 2015. Infonya bisa diakses di laman berikut: http://ageofwonderland.nl/. Tahun ini ajang DDW menaruh perhatian khusus pada isu ketahanan pangan atau food security. Karena hal ini mereka mengundang Kasepuhan Ciptagelar untuk ikut serta. Salah satu kegiatannya adalah makan bersama dengan beas dari Kasepuhan Ciptagelar. Saya kebagian tugas menyiapkan materi dan mengirimkan beas ke Belanda dengan menggunakan jasa kurir yg diminta oleh panitia.

parubuyan

Dasar saya awam pisan dalam hal mengirim bahan pangan yang berasal dari tumbuhan. Tanpa banyak pertimbangan saya menyiapkan beberapa jenis beas dari Ciptagelar untuk dikirim ke Eindhoven, kota tempat DDW digelar. Ada beberapa jenis beas yang dikirim. Diantaranya cere bodas dan beas bereum. Sebelum dikirim, beasnya saya bersihkan dan dikemas dengan rapih. Saat paketnya dijemput, petugas kurir sempat menanyakan surat kelengkapan paket. Tapi saya dengan percaya diri bilang nggak perlu, pedah saya pikir teu pira inimah ngan beas hungkul buat dimakan. Anehnya petugas kurirnya juga percaya wae. Jadi saya pikir moal aya masalah.

Tah, pek teh keesokan harinya petugas dari kantor kurir menelpon saya. Katanya paket harus dilengkapi dengan sertifikat phytosanitary atau tidak bisa dikirim ke Belanda. Atuh saya reuwas dan jadi hulang-huleng. Pertama saya teu nyaho apa itu sertifikat phytosanitary. Ke dua saya nggak tau kudu ngurus di mana. Ke tiga saya stress sieun paket tidak bisa dikirim dan rencana keterlibatan Kasepuhan Ciptagelar di ajang DDW batal. Mangkaning saat saya dikasih tau sudah hari Sabtu. Semua kantor pemerintah tutup. Alhasil saya jadi hese sare. Lieur.

Begitu menginjak hari Senin saya langsung ulubiung cari informasi tentang sertifikat phytosanitary. Sebelumnya saya sudah sempat browsing di internet tapi buntu karena yang tersedia hanya informasi umum. Untung we saya punya beberapa teman yang bekerja di instansi pemerintah. Setelah menghubungi beberapa rekan yang saya tau, teu lila saya diarahkan untuk menghubungi beberapa orang di Dinas Pertanian sampai akhirnya berhasil bicara dengan petugas Karantina Pertanian Kelas I Bandung. Namanya Pak Samsudin. Stasiun karantinanya ada di Kantor Pos Jl. Soekarno Hatta 558.

pemeriksaan_beras

Pak Samsudin ini bageur pisan. Dengan sabar dia kasih petunjuk prosedur pembuatan sertifikat phytosanitary. Intinya sertifikat ini diperlukan agar paket yang dikirim bisa memenuhi ketentuan yg terkait dengan proses pengiriman bahan pangan yang berasal dari tumbuhan. Di beberapa negara, kegiatan ekspor/impor bahan pangan dari tumbuhan tertentu memang diawasi secara ketat. Pak Samsudin meminta saya membawa contoh beas yang dikirim untuk diperiksa. Buat jaga-jaga takut ada serangga katanya.

sertifikat

Setelah menjalani pemeriksaan selama beberapa saat Pak Samsudin menyatakan beas yang saya kirim aman. Tak lama dia menyiapkan sertifikat phytosanitary yang harus dilampirkan dalam dokumen pengiriman paket ke Belanda. Duh aslina lega pisan. Badan yang cape dan pikiran yang lieur langsung tiba-tiba seger deui. Dengan bersemangat saya langsung menuju kantor jasa pengiriman barang untuk melengkapi syarat pengiriman paket. Akhirnya semua berjalan lancar dan beas yang tertahan selama tiga hari bisa dikirim.

dahar

Untuk memastikan saya mencoba melacak proses pengiriman paket melalui internet. Bener euy ternyata. Beas yang tadinya tertahan selama beberapa hari di gudang tadi sore sudah bisa diantar ke Belanda. Sekarang ceunah sedang dalam perjalanan. Meunika lega. Mudah-mudahan atuh beasna bisa sampai ke tujuan dengan selamat. Setelah merasa rada tenang saya akhirnya bisa istirahat. Teu puguh-puguh perut saya jadi lapar pisan. Atuh saya langsung kokoreh. Ternyata di imah aya sayur kacang, de’eng, tahu dan tempe goreng. Kagok lapar saya purulukan pakai sambel goreng kentang. Duh ternyata nikmat pisan. Bahagia téh ternyata memang kudu usaha.

Untuk teman-teman ‪#‎foodwar‬ omat ya. Buat yang berencana mengirim bahan makanan dari tumbuhan (baik ke dalam maupun luar negeri) alusnamah rada tarapti. Di kantor karantina pertanian saya lihat ada banyak paket yang nyangsang dan harus dimusnahkan. Kalau ada yang perlu info stasiun karantina pertanian daftarnya ada di sini: http://bit.ly/1VySjQy. Jangan sampai karena kita teledor, proses pengiriman bahan pangan jadi lasut dan sia-sia. Ngomong-ngomong kita harus bangga karena salah satu anggota #foodwar sudah ada yg diundang ke ajang DDW. Kita doakan semoga semua lancar ya!

Imam Bonjol, 5 Oktober 2015

Advertisements