Tags

,

au_aum

Teman-teman sekalian, semoga pagi ini teman-teman dalam keadaan baik. Saat ini saya ingin berbagi keresahan soal rancangan perubahan Kurikulum 2013 yang polemiknya berlarut sejak tahun lalu sampai dengan hari ini. Keresahan ini terutama karena saya adalah orang tua dari dua anak perempuan cantik yang bernama Auliya dan Arum. Mereka dua anak cerdas, mandiri, dan sangat kreatif.

Seperti anak-anak Indonesia yang lain, Auliya dan Arum punya hak untuk memiliki masa depan yang baik. Bersama segenap anak-anak yang lain, generasi mereka juga punya hak untuk ikut menentukan masa depan peradaban Indonesia dan dunia.

Seperti yang teman-teman ketahui, polemik yang berkembang di seputar perubahan Kurikulum 2013 terutama adalah karena materi perubahan yang dianggap membahayakan masa depan anak-anak kita. Sejak tahun lalu saya mengikuti banyak forum dan diskusi yang membahas naskah perubahan Kurikulum 2013 dan saya sependapat dengan opini ini.

Sebagai referensi, berikut beberapa tautan informasi yang membahas naskah perubahan Kurikulum 2013 secara mendalam:

1. Arsip pembahasan Kurikulum 2013 oleh Bincang Edukasi: http://bit.ly/10A0KK8
2. Pendapat Majelis Guru Besar ITB: http://bit.ly/12GH8aV
3. Catatan Seminar Kurikulum 2013 oleh Komunitas Filsafat Universitas Indonesia: http://bit.ly/Z0Ve5U
4. Kurikulum 2013 dalam pemberitaan di media: http://kom.ps/AE5PZA
5. Contoh Naskah Matematika Tingkat SMP Kurikulum 2013: http://bit.ly/10nWMEp

Dalam bacaan saya perubahan kurikulum pendidikan saat ini memang mutlak diperlukan. Namun yang jadi persoalan adalah kurikulum seperti apa yang dibutuhkan oleh anak-anak kita agar dapat menghadapi tantangan dan persoalan di masa depan.

Saya sungguh kecewa ketika mengetahui naskah perubahan Kurikulum 2013 semata dikembangkan untuk mengantisipasi pertumbuhan populasi yang disebut-sebut oleh Pemerintah kita sebagai surplus demografi. Saya semakin kecewa saat mengetahui titik berat Kurikulum 2013 tampaknya semata hanya untuk mencetak tenaga kerja produktif yang patuh, bukan untuk mencipta pola pikir anak-anak masa depan yang cerdas, kreatif dan mandiri.

Untuk itu teman-teman sekalian, pagi ini saya ingin mengajak untuk sejenak memikirkan persoalan Kurikulum 2013 demi masa depan anak-anak kita. Bukan hanya sebagai orang tua, tetapi juga sebagai warga negara yang setia pada cita-cita kemerdekaan dan amanah konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa.

Saat ini proses persetujuan implementasi perubahan Kurikulum 2013 masih dalam pembahasan di Komisi X DPR-RI sampai dengan tanggal 27 Mei 2013. Saya mengajak teman-teman sekalian untuk mengirimkan pesan kepada anggota Komisi X DPR-RI agar dapat menunda dan memperbaiki substansi Kurikulum 2013 secara teliti dan mendalam demi masa depan anak-anak kita. Demi masa depan Bangsa.

Berikut saya kirimkan beberapa nomor anggota Komisi X DPR-RI:

1. 0811942345 (Dedy Gumelar)
2. 0816940208 (Ferdiansyah)
3. 08129501101 (Reni)
4. 0811845242 (Nasrul)
5. 08179312408 (Zulfan)
6. 081384539368 (Rohmani)
7. 0816899690 (Utut Adianto)

Selain mengungkapkan pendapat dan perasaan teman-teman kepada anggota Komisi X DPR-RI, teman-teman juga dapat ikut menandatangani Petisi Tolak Kurikulum 2013: http://chn.ge/12vYqW3

Demikian pesan singkat saya teman-teman sekalian. Semoga kita bisa terlibat untuk memperbaiki substansi perubahan Kurikulum 2013 secara bersama-sama, sekaligus menyelamatkan masa depan generasi penerus Bangsa. Merdeka!

Salam,
Gustaff H. Iskandar

Advertisements