Tags

, ,


Foto oleh Kyodo/Reuters

Terhenyak lihat kenyataan yang begitu timpang. Seseorang yang tidak saya kenal mengirim gambar melalui media sosial. Isinya suasana haru kunjungan pegawai Tokyo Electric Power Company (TEPCO) di penampungan pengungsi bencana kebocoran reaktor nuklir di Fukushima. Dipimpin oleh Masataka Shimizu, direktur dari TEPCO, para pegawai perusahaan ini bersujud dalam-dalam untuk meminta maaf kepada para korban di pengungsian.


Foto oleh Dimas Ramadhani

Berbanding terbalik dengan nasib para korban banjir lumpur panas Sidoarjo yang terjadi sekitar 5 tahun lalu. Bencana yang terjadi karena kesalahan operasi pengeboran yang dilakukan oleh Lapindo Berantas Inc. solusinya masih tidak jelas sampai sekarang. Sebagian korban katanya telah diberi kompensasi, sementara yang lain nasibnya masih terkatung-katung. Lebih parah, daerah sekitar lokasi pengeboran saat ini telah rusak parah dan udara di sekitar wilayah ini mengandung racun yang berasal dari gas yang menyembur dari lubang pengeboran. Jangankan mendapatkan permintaan maaf, para korban bahkan harus memperjuangkan sendiri hak mereka yang telah direnggut paksa.

Doa untuk para korban dan mereka yang telah dikorbankan. We shall overcome someday.

Kyai Gede Utama, 30 Mei 2011

Advertisements