Tags

,

Media perlu drama untuk jualan. Politisi perlu drama untuk tekan orang. Tentara perlu drama untuk benarkan penembakan. Seniman katanya bikin drama untuk bicara nilai-nilai. Tapi belum tentu kenyataannya seperti itu.

Drama biasanya perlu skenario, pemain, panggung dan penonton. Diarahkan oleh seorang sutradara. Fungsinya mirip seperti dalang. Kadang sang sutradara mainkan lakon pesanan para juragan.

Lakon drama yang baik bisa hipnotis penonton. Peristiwa bohong seperti betulan. Yang betulan bisa seperti bohong-bohongan. Mirip pertunjukan sulap.

Di belakang drama ada kepentingan dan tentu saja, pihak yang berkepentingan. Mereka ini yang biasa sibuk bikin pertunjukan. Target utama tentu saja hegemoni kepentingan. Kepentingannya apa, bisa kita lihat dari alurnya.

Kyai Gede Utama, 20 April 2011

Advertisements