Tags

, ,

Photobucket
BDG – NO FUTURE
Picture taken by Tita Larasati
2011

Reputasi kota Bandung sebagai pusat perkembangan seni rupa, musik, fashion dan media alternatif kini mulai pupus oleh inflasi dan gentrifikasi. Beberapa tahun terakhir kota semakin ramai. Harga lahan, properti dan bahan produksi melambung tinggi. Semakin sulit menemukan tempat yang leluasa untuk mengembangkan potensi kreatifitas secara bebas. Semua berlomba-lomba menjadi pedagang pasar dan makelar.

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir beberapa ruang budaya di kota Bandung juga terus dipaksa untuk menyerah. Saat ini semakin sulit untuk dapat bertahan. Diantara yang ada harus tutup atau pindah ke pinggir kota. Beberapa dapat bertahan, namun situasi tetap rentan. Hari-hari ini kebudayaan tidak dapat tumbuh hanya dengan bekal niat dan keinginan.

Untungnya sekarang sudah ada media digital dan jaringan internet. Saat ini proses penciptaan dan penyebaran karya seni, termasuk penyebaran informasi dan ilmu pengetahuan rasanya jauh lebih sederhana. Namun begitu berbagai persoalan saat ini juga menjadi semakin kompleks. Bentuk dan ruang sudah tidak lagi terikat oleh tempat, jarak, maupun teritori. Mobilitas kekinian manusia mengalir dalam orbit ruang, waktu dan tempat yang hinggap di sembarang titik dan jaringan.

Dalam arena ini negara dan korporasi terkadang hadir mengancam. Yang mereka inginkan terutama adalah kooptasi dan hegemoni kepentingan. Kekuasaan negara dan kapitalisme sepertinya tidak selalu bisa satu jalan dengan ide tentang kebebasan dan kesetaraan. Orang-orang harus terus berjuang untuk melawan kebuntuan. Space also represents power.

Kyai Gede Utama, 15 Januari 2011

Advertisements